nusantarakini.id, BALIKPAPAN — Persoalan air bersih masih menjadi keluhan utama warga di sejumlah wilayah Balikpapan Barat. Bahkan, lima Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Margomulyo disebut sudah hampir tujuh tahun belum menikmati layanan air bersih dari PTMB Balikpapan.
Keluhan tersebut disampaikan Ketua RT 27 Kelurahan Margomulyo, Handoko, saat kegiatan Serap Aspirasi (Reses) Ketua DPRD Balikpapan, H Alwi Al Qadri, di rumah jabatan Ketua DPRD Balikpapan, Rabu (1/7/2026) malam.
Menurut Handoko, selama ini sebagian besar warga terpaksa menggunakan air dari pipa milik Pertamina untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah hampir tujuh tahun kami belum mendapatkan air bersih dari PDAM. Warga akhirnya menggunakan air dari pipa milik Pertamina,” ujarnya.
Ia mengatakan, air tersebut berasal dari Sungai Wain sehingga kualitasnya kurang baik dan kerap keruh. Meski demikian, warga tetap menggunakannya karena belum memiliki alternatif lain.
“Airnya memang kotor karena dari Sungai Wain, tapi tetap kami gunakan walaupun sebenarnya mengancam kesehatan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, warga juga meminta adanya kemudahan pembayaran pemasangan sambungan baru air bersih. Fatimah, warga Kelurahan Baru Ulu, berharap DPRD Balikpapan dapat memfasilitasi skema pembayaran secara bertahap bagi masyarakat.
“Kami berharap pemasangan PDAM bisa dicicil tiga kali pembayaran agar lebih ringan bagi warga,” harapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Direktur Teknik (Dirtek) PTMB Balikpapan, M Khoiruddin, memastikan pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei terkait kemungkinan pemasangan jaringan air bersih di wilayah tersebut.
“Kami akan cek langsung ke lokasi untuk memastikan apakah memungkinkan dilakukan pemasangan jaringan air bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Alwi mengatakan salah satu persoalan yang selama ini menghambat distribusi air bersih di Balikpapan Barat adalah maraknya sambungan ilegal.
“Di kawasan pesisir banyak jaringan pipa berada di bawah jembatan sehingga mudah diakses. Ada oknum yang memodifikasi jalur pipa agar air langsung masuk ke rumah tanpa melalui meteran resmi,” kata Alwi.
Ia menyebut DPRD Balikpapan telah mengusulkan kepada PTMB agar jaringan pipa di kawasan pesisir diganti menggunakan pipa besi yang dipasang di atas jembatan agar lebih mudah diawasi.
“Alhamdulillah usulan tersebut sudah direspons PTMB dan pengerjaannya sedang berjalan,” katanya.
Selain itu, Alwi juga menyoroti maraknya pencurian meteran air yang merugikan pelanggan.
“Kami prihatin karena banyak warga kehilangan meteran air. Namun pelakunya sering tidak diketahui sehingga sulit ditindak,” jelasnya.
Terkait lima RT di Kelurahan Margomulyo yang belum menikmati layanan air bersih, Alwi memastikan DPRD Balikpapan telah meminta PTMB segera turun ke lapangan mencari solusi terbaik bagi warga.
“Saya minta solusi apa pun yang memungkinkan bisa segera direalisasikan, baik pemasangan jaringan maupun penyediaan tandon air,” tegasnya.(W/ADV/SR)




